Wednesday, August 24, 2011

Empat Penjuru Sejuta Warna

Teringat ketika untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di bumi Institut pertanian Bogor. Berbekal ijasah SMA dan surat masuk IPB aku beranikan diri meninggalkan kampung halamanku tercinta di bumi bagian timur (Jawa Timur) ke bumi bagian barat (Jawa Barat). Dilepas dengan beruntai-untai doa, berjuta-juta nasehat dari Ibu dan keluarga juga bapak di'sana' aku relakan diriku ditempa di sebuah Institusi pendidikan yang kelak aku tahu bahwa institusi ini tidak hanya mengajarkanku Ilmu sains saja namun juga ilmu kehidupan yang sarat akan arti kekeluargaan. Termasuk episod yang mengesanan di asrama sekaligus pelajaran pertama yang diajarkan IPB padaku.

kosan AERHA3

KeLuaRga keCiLku di kosan AeRHa3 milik utii

Cerita ini aku khususkan untuk 5 sodara di keluarga kecilku di kosan AeRHa3 utii yang sekarang suda berada di tempatnya masing masing dalam kesuksesan.
Ada mbak dyna, mahasiswi biologi UNAIR yang memiliki paras yang 'katanya' cantik versi mas abid. Mbak Fita, mahasiswi ekonomi syariah UNAIR yang 'terkenal' alimnya. Mbak Meli, mahasiswi kimia UNY yang 'emang' nduud. Mbak Nilna, mahasiswi B. Indonesia UNESA yang 'paling' tembem. Nuri, siswi kelas XII IPA SMANSAGRES yang punya 'hobi' telpon. Dan yang terakhir, Uklik, mahasiswi matematika IPB yang 'katanya' paling aneh. Hhehe

Friday, August 19, 2011

Management and Organization

Management Class
Departement of Management
College of Economics and Management
Bogor Agricultural University

Lectures : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc
By : Farichatul Ivada (G54100006), Departement of Mathematics, Bogor Agricultural University

Session 1 (Management and Organization)
In this chapter, I have studied about what is management, what is Manager and their classification, what the powerful attention by manager, what does the manager do to get the efficiency and the effectivity of the goal achievement and how to become a good manager. Overall, everybody must be a manager; lectures, teachers, supervisiors, directurs, even students, and housewife are managing their life. In the common, manager is everybody that manages, organizes, and controls the system of work usually oriented in the bussines but not at all. A good manager can handle up their job and their activity to get their goals efficient and effective. What is the mean with “goals efficient and effective” ? Mr. Ujang said that it can happen when we do something with the minimal input but we get the maximal output and also our goals can reach with the brief way. How to become a good manager ? It’s only can achive if the manager have disciplines and Objective as their characters. When we have dreams or goals, we need to consistent to do that, make sure that everything we do, only for reaching it. A good manager also must has a communicating skill to convey his ideas to others, and in this college life, we need to practice this skill with join in the organization or in the some committees. Disciplines, objective, consistent, good communicating ate the first modals that must being manager’s character because when the manager indisciplines and has no passion in work, his work will disorder and disorganized.http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/

Tuesday, June 28, 2011

IPK oh IPK ...

Teman-teman pasti bosen kalau ada bahasan atau apalah yg berhubungan dg IPK, karena memang IPK menjadi bahasan yang hangat bagi kita setelah UAS berakhir. IPK yang telah teman-teman dapet bisa jadi akan menjadi sejarah bagi teman-teman, kenapa sejarah, karena sejarah tidak akan terulang lagi, karena dengan sejarah kita bisa menapaktilasi perjuangan yang telah kita lakukan sehingga akan menjadi pengalaman di hari ini dan juga esok untuk tidak melakukan hal yg sama jika IPK/sejarah itu suram dan meningkatkan kinerja kembali jika hasilnya memuaskan. Kawan, IPK memang bukan segala-segalanya, IPK bukan merupakan standart bgi seseorag untuk dikatakan pandai atau tidak pandai. Namun bisa dikatakan IPK merupakan bentuk pertanggungjawaban kita kepada orang tua. Terkadang kita sudah berusaha namun hasilnya kurang memuaskan, hal itu bisa juga terjadi jika kita tidak melibatkan Allah dan orang tua kita dalam urusan kita. Melibatkan Allah dalam artian berdoa, kita terkadang kalau akan ujian aja berdoa, kalau hari-hari biasa habis sholat cepet-cepet kita berkemas, hhehe. yg kedua melibatkan orang tua, ada baiknya walaupun kita jauh dari orang tua, kita tidak bisa tiap kali berangkat kuliah atau ujian mencium tangan mereka, ada baiknya kita sering berkontak dengan beliau dan jika ada ujian ada baiknya kita memohon izin serta meminta beliau mendoakan kita, walaupun memang kita ketahui org tua tidak perna lepas mendoakn kita, namun kalo kita mengasihtau mereka seolah-olah kita meminta ridhonya untuk menghadapi ujian. Dan jika ridho orang tua kita dapatkan maka ridho Allah pun mengikuti sehingga segala urusan kita pun akan dilancarkan Allah.
Semoga bermanfaat.
Selamat menjalankan UAS bagi yang masih UAS. Semoga UASnya lancar.
Dan selamat menanti nilai bagi yang sudah selesai UASnya. Semoga hasilnya maksimal. Amiin

Saturday, May 14, 2011

Special Day

For my Family who keep to remember the day when I was born. Thanks to birth me in that day, Hope Allah blessing us in the rightneous. I'll pray for you, always.
Thanks For my roommate who pretend to forget my birthday but you give me a lot I need especially for Anna who accompanied me a long the night and hold on in her silence for saying happy birthday to me, salut dah. Haha. And thanks for the Cukbi, I'll keep it like my baby, hhaha.
For all my Friends, thanks for saying and praying. Hope Allah give  the praying you wish for me, for you too. Amiin

Friday, April 22, 2011

Sang Pendaki

Seorang pendaaki gunung sedang bersiap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel dan beragam pengait. Tak lupa tali-temali tersusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat. Jadi, persiapannya harus lebih lengkap.
Kini di hadapan pendaki itu menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju putih. Awan berarak  di sekitarnya, membuat tak seorang pun tahu apa yang tersembunyi di sana. Mulailah  pendaki itu melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang membentang di hadapannya. Tongkat berkait yang disandangnya menancap setiap kali mengayunkan langkahnya. Setelah beberapa jam berjalan, mulailah dia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya untuk meneruskan langkahnya. Dipersiapkannya tali-temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam. Dia harus mendaki dengan tali-temali itu. Setelah beberapa kali tancapan, terdengar suara gemuruh dari atas tebing. Ternyata ada badai salju

Thursday, April 21, 2011

Begini ceritanya.....

Ketika berjalan pulang dari kuliah kalkulus, saya pun semakin yakin dengan pilihan saya ini. Bahwa pilihan saya akan hal ini bukanlah tanpa perhitungan bukan pula kebetulan atau asal-asalan. Walaupun itu semua luput dari pikiran saya, tapi Allah yang Maha Teliti telah menentukannya. Dia tahu apa yang terbaik untuk makhluknya walaupun terkadang makhluknya itu tidak menyadari atau tidak puas tentang keputusan-Nya yang belum sepenuhnya dia mengerti. Namun suatu saat, ketika sabar sudah direngkuhnya betapa Allah dengan Mahakuasa-Nya akan menunjukkan bahwa keputusan yang Dia berikan memang yang makhluk-nya perlukan bukan yang makhluk-Nya inginkan. Seperti hukum ekonomi menyebutkan bawa keinginan manusia sifatnya tidak terbatas. Sedangkan keperluan manusia bersifat mutlak. Dan inilah yang saya rasakan, sedikit demi sedikit saya merasakan betapa saya tidak bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Kampus yang sesuai dengan apa yang saya mimpi-mimpikan sejak dulu. Departemen yang memang sesuai dengan apa yang saya sukai. Sebelumnya, saya akan sedikit mendeskripsikan Kampus Perjuangan saya.