I ever here, Play with beautiful words to Arrange a beautiful sentences. Peace with your heart and open your eyes to the world . Look the beauty of rainbow And believe The power of Allah. Thanks, joys, and save it. This is me, vada
Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts
Wednesday, August 24, 2011
Catatan Akhir Sekolah
Maaf, sebetulnya beberapa postingan saya seperti kosan AERHA3 adalah repost. postingan ini dulu sempat saya publish di Facebook saya, kemarin sebelum mudik lebaran saya diajak teman SMA saya buat kumpul-kumpul buka bersama dan mengenang masa SMA dulu tapi karena waktu yang tidak memungkinkan, saya pun menolak ajakan mereka, dan akhirnya kami pun hanya bisa berbincang-bincang lewat FB dan telepon saja. Kemudian saya membaca postingan ini kembali dan semakin nyata saja kenangan masa-masa jaya itu, hehe lebaii de. yaudah, biar temen-temen juga tau kisah apa saja yang telah saya jalani waktu SMA sok aja baca repost an ini. semoga bermanfaat.
kisah putih abuabuku bersama kawankawanku di SMANSAGRES (SMA N 1 GRESIK)
8 mei 2010
Sehari sebelum ulang tahunku, di GRAHA PETROKIMIA GRESIK bersama teman teman, aku mengikrarkan janji almamater membawa nama baik SMA NEGERI 1 GRESIK di manapun kami berada. Bersama teman teman, aku mengikrarkan janji pertemanan untuk slama lamanya. Mulaii saat itu bersama teman teman aku benar benar menanggalkan sragam putih abu abuku.
Empat Penjuru Sejuta Warna
Teringat ketika untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di bumi Institut pertanian Bogor. Berbekal ijasah SMA dan surat masuk IPB aku beranikan diri meninggalkan kampung halamanku tercinta di bumi bagian timur (Jawa Timur) ke bumi bagian barat (Jawa Barat). Dilepas dengan beruntai-untai doa, berjuta-juta nasehat dari Ibu dan keluarga juga bapak di'sana' aku relakan diriku ditempa di sebuah Institusi pendidikan yang kelak aku tahu bahwa institusi ini tidak hanya mengajarkanku Ilmu sains saja namun juga ilmu kehidupan yang sarat akan arti kekeluargaan. Termasuk episod yang mengesanan di asrama sekaligus pelajaran pertama yang diajarkan IPB padaku.
kosan AERHA3
KeLuaRga keCiLku di kosan AeRHa3 milik utii
Cerita ini aku khususkan untuk 5 sodara di keluarga kecilku di kosan AeRHa3 utii yang sekarang suda berada di tempatnya masing masing dalam kesuksesan.
Ada mbak dyna, mahasiswi biologi UNAIR yang memiliki paras yang 'katanya' cantik versi mas abid. Mbak Fita, mahasiswi ekonomi syariah UNAIR yang 'terkenal' alimnya. Mbak Meli, mahasiswi kimia UNY yang 'emang' nduud. Mbak Nilna, mahasiswi B. Indonesia UNESA yang 'paling' tembem. Nuri, siswi kelas XII IPA SMANSAGRES yang punya 'hobi' telpon. Dan yang terakhir, Uklik, mahasiswi matematika IPB yang 'katanya' paling aneh. Hhehe
Cerita ini aku khususkan untuk 5 sodara di keluarga kecilku di kosan AeRHa3 utii yang sekarang suda berada di tempatnya masing masing dalam kesuksesan.
Ada mbak dyna, mahasiswi biologi UNAIR yang memiliki paras yang 'katanya' cantik versi mas abid. Mbak Fita, mahasiswi ekonomi syariah UNAIR yang 'terkenal' alimnya. Mbak Meli, mahasiswi kimia UNY yang 'emang' nduud. Mbak Nilna, mahasiswi B. Indonesia UNESA yang 'paling' tembem. Nuri, siswi kelas XII IPA SMANSAGRES yang punya 'hobi' telpon. Dan yang terakhir, Uklik, mahasiswi matematika IPB yang 'katanya' paling aneh. Hhehe
Friday, April 22, 2011
Sang Pendaki
Seorang pendaaki gunung sedang bersiap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel dan beragam pengait. Tak lupa tali-temali tersusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat. Jadi, persiapannya harus lebih lengkap.Kini di hadapan pendaki itu menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju putih. Awan berarak di sekitarnya, membuat tak seorang pun tahu apa yang tersembunyi di sana. Mulailah pendaki itu melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang membentang di hadapannya. Tongkat berkait yang disandangnya menancap setiap kali mengayunkan langkahnya. Setelah beberapa jam berjalan, mulailah dia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya untuk meneruskan langkahnya. Dipersiapkannya tali-temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam. Dia harus mendaki dengan tali-temali itu. Setelah beberapa kali tancapan, terdengar suara gemuruh dari atas tebing. Ternyata ada badai salju
Thursday, April 21, 2011
Begini ceritanya.....
Ketika berjalan pulang dari kuliah kalkulus, saya pun semakin yakin dengan pilihan saya ini. Bahwa pilihan saya akan hal ini bukanlah tanpa perhitungan bukan pula kebetulan atau asal-asalan. Walaupun itu semua luput dari pikiran saya, tapi Allah yang Maha Teliti telah menentukannya. Dia tahu apa yang terbaik untuk makhluknya walaupun terkadang makhluknya itu tidak menyadari atau tidak puas tentang keputusan-Nya yang belum sepenuhnya dia mengerti. Namun suatu saat, ketika sabar sudah direngkuhnya betapa Allah dengan Mahakuasa-Nya akan menunjukkan bahwa keputusan yang Dia berikan memang yang makhluk-nya perlukan bukan yang makhluk-Nya inginkan. Seperti hukum ekonomi menyebutkan bawa keinginan manusia sifatnya tidak terbatas. Sedangkan keperluan manusia bersifat mutlak. Dan inilah yang saya rasakan, sedikit demi sedikit saya merasakan betapa saya tidak bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Kampus yang sesuai dengan apa yang saya mimpi-mimpikan sejak dulu. Departemen yang memang sesuai dengan apa yang saya sukai. Sebelumnya, saya akan sedikit mendeskripsikan Kampus Perjuangan saya.
Subscribe to:
Posts (Atom)